WOW…. PUTRA KAMPAR INI SULAP KEBUN KARET JADI DESTINASI WISATA

Kampar, Riau (SuluoMedia.com) – Davib Riadi seorang pemilik lahan lebih kurang setengah hektar di daerah resapan air hutan lindungan adat Cubodak Mangkaghak kenegerian rumbio, didorong keinginan untuk berbuat sesuatu untuk desa kelahirannya, menggagas sebuah tujuan wisata agro dan edukasi budaya. “Saya putra daerah, punya lahan, desa punya potensi, kenapa tidak dimanfaatkan, saya berharap nantinya multiplier effect kunjungan wisata ke sini akan menaikan perekonomian masyarakat sekitar” Kata David, putra Pulausarak Kecamatan Kampar Ini.


Awal cerita, Davib yang berlatar belakang tehnik sipil, berdiskusi dengan Penyuluh Pertanian setempat. Davib mengkwatirkan harga karet semakin hari semakin tidak lagi menjanjikan. Dari diskusi tersebut Ia memutuskan, lahan yang semula kosong dan telah ditanami pohon karet disulap menjadi sebuah taman buah sekitar 2 tahun yang lalu. Mulailah Ia menanami durian Montong, Kelengkeng atau buah mata kucing dan limau Manis. Dengan sedikit imajinasi ditambahkan menanam berbagai macam bunga yang akan menyejukkan mata pengunjung. Areal ini sekarang diberinya nama “Taman Wisata Bukit Sikumbang”, karena memang berada di kaki bukit Sikumbang yang berdampingan dengan sungai resapan hutan lindung adat Kenegerian dan sumber mata air Sikumbang yang sudah terkenal itu.

Meseum dt Palo Sunguik

Ternyata David Riadi juga punya keprihatinan yang kuat terhadap kondisi budaya Kampar saat ini. Gamang dan prihatin dengan tigo tungku sejarangan, tali nan bapilin tigo yang sedang timpang. “Ninik mamak hilang pengaruh, bahkan saya kesal niniok mamak tidak mengambil sikap” Katanya. Untuk itu david sudah mewicanakan dengan pemerintah desa untuk mengadakan balai adat agar pemangku adat ditempatnya punya tempat berkumpul untuk mewujudkan tali nan bapilin tigo. “ Raja punya Istana, Pemerintah punya Kantor, Ninik mamak harus punya balai adat” Jelasnya.
Bagi David hal adat bukan sekedar wacana, untuk itu di Taman Wisata bukit Sikumbang Ia sedang membangun Sebuah Rumah Lontiok yang adalah ikon rumah tradisional Kampar. Bangunan itulah bakal dijadikannya meseum adat yang akan dinamai Meseum Dt Palo Sunguik. Di sini David nantinya akan mengembangkan edukasi adat dimulai dari pengenalan kepada anak usia dini, mengembang kesenian tradisional, selain juga sebagai tempat mengadakan sirahturami keluarga besar persukuan setiap tahun.
Bangunan tersebut dibangun secara modern. Dari asliya semua kayu berhubung kayu susah maka dibuat cor beton tiang dan strukturnya. Lantai dan dinding tetap kayu, bentuk tetap lentik seperti aslinya. “Kebanyakkan Rumah tradisional dibongkar, saya ingin memunculkan wujud rumah tradisional Kampar itu seperti apa, agar dikenal anak cucu.” Ia menambahkan,“di Sumbar kalau membongkar rumah godang dilindung adat tidak sembarangan, walaupun satu bilah papan. Sehingga rumah gadang bisa lestari.”

Wacana Meseum Dt palo sunguik adalah bentuk penghargaan Davib Riadi kepada Mendiang Kakeknya. “Sebelum kemerdekaan, ketika Riau, Jambi, Sumbar masih Sumatera Tengah, Beliau adalah kepala Kenegerian Rumbio dari suku Piliang. Terakhir Dt Palo Sunguik menjabat kepala sosial Sumatera Tengah yang berkantor di Batusangkar” kisah David. 

Untuk jangka panjang Davib berharap dapat merealisasikan cita-citanya menjadikan Pulau Sarak sebagai Destinasi Wisata dengan paket Kesenian, Edukasi, Adat, dan Petualangan alam dengan kata lain sepaket dengan Hutan lindung, Meseum, Taman bermain, Taman buah, dan Pemandangan Alami. Davib riadi menghimbau agar budaya yang ada jangan sampai hilang dan pakai kembali adat, tradisi, kesenian kita.
David, sang konsultan bagian perencanaan & pengawasan yang berdomisili di Pekanbaru ini, mengaku sampai saat ini, pengembangan wisata ini dilakukannya dengan dana pribadi . Di balik keterbatasan dana pribadinya, besar harapan Davib Taman Wisata Bukit Sikumbang bisa menjadi ikon wisata Agro, Edukasi, dan Budaya Kampar. ” Semoga ada bapak angkat yang bersedia membantu, agar keseluruhan wacana bisa dinikmati pengunjung secepatnya” harapnya kepada SuluoMedia.com mengakhiri.(Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *