PEJABAT UPTD DISPERINDAG & PASAR DIDUGA LAKUKAN PUNGLI KE PEDAGANG DI LOS PASAR AIR TIRIS.

Kampar, Riau, (suluomedia.com) – Pejabat Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas Perdagangan Industri dan Pasar Wilayah IV Airtiris, diduga lakukan pungli sebesar 500 ribu sampai 2 juta kepada para pedagang pengguna los tempat berjualan di pasar Airtiris dan pedagang yang membayar tidak diberikan bukti pembayaran yang syah. Walaupun sebelumnya (Sabtu, 07/01/2017), pihak UPTD kabarnya dikomandoi Abas, dibantu kepolisian dan Satpol PP telah menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) yang biasa menggunakan lapak meja, untuk pindah menggunakan los baru yang telah disiapkan, sampai berita ini diturunkan, beberapa pedagang masih memilih menggelar meja dengan alasan tak sanggup bayar pungli tersebut.

UPTD WILAYAH VI
Berdasar keterangan langsung di pasar Air tiris yang kami kumpulkan Sabtu (25/03/2017), diduga oknum pelaku menggunakan dua orang suruhannya untuk mengutif uang haram tersebut. Bahkan Para pedagang yang dipungut tidak diberikan bukti penerimaan  pembayaran. “tak perlu pakai kwitansi katanya (Pak Abas-Red)” ungkap salah seorang pedagang yang keberatan dituliskan namanya.

Indikasi Pungli ini, dibenarkan Oleh salah seorang anggota Pengelolah Pasar Airtiris yang bertugas mengutip uang karcis setiap Selasa dan Sabtu di Arial pasar Airtiris. “Saat kami masih di bawah kuasa kelurahan dalam pengelolaan pasar ini, Setiap ada pemindahan, pembayaran, kami dan para pedagang dilibatkan dan diajak musyawarah, dan tidak pernah pihak kelurahan ataupun kami sebagai pengelolah pasar memungut uang tanpa kwitansi” terang Dapit. “ Sampai hari ini saya tidak mendapat kejelasan juga apa yang terjadi, Saya rasa semua pengurus dan pengelolah di sini tidak ada yang terlibat dengan hal itu. Sebab tak biasanya kami tak diberitahu hal pemungutan sebesar itu, apalagi tanpa kwitansi, pak. Tanya Langsung Pak Abaslah” Saran Dapit.
Sayang, Abas yang disebut-sebut sebagai Salah seorang pejabat yang bertanggung jawab atas pungutan yang melanggar hukum tersebut, selalu menghilang dari kantornya, setiap kali dicoba dihubungi oleh wartawan.
Ternyata bukan baru ini saja tindakan tak bersahabat Aparat UPTD wilayah IV ini terekam tak bersahabat dengan awak Media. Seperti yang dilansir Media Medinas.com milik Propinsi Tetangga Kita dari Lampung, Sang wartawan, Robinson Tambunan menuliskan, sebagai berikut:

Sabtu (14/01) saat wartawan Medinas berkunjung ke kantor Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Wilayah IV Air Tiris kecamatan Kampar Kabupaten Kampar, bermaksud untuk konfirmasi ke UPTD namun terlihat kantor dinas UPTD tersebut kondisinya sangat jauh berbeda dengan kantor Dinas lain, bahkan lantai keramik terlihat sudah banyak yang pecah. Ketika wartawan Medinas hendak konfirmasi dengan Abas wakil ketua UPTD Wilayah IV Air Tiris beserta anggotanya, namun tidak mau di konfirmasi dan selalu menghindar dari awak media.

Menurut Unandra M. Saleh, selaku ketua Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Kampar kepada wartawan Medinas menyampaikan, “bahwa selama ini setiap saya berkunjung ke kantor UTPD Wilayah IV yang ada di Air Tiris ini, tidak pernah saya menjumpai ketuanya ada di kantor. Dan ditambahkan lagi kantornya tidak ada kamar mandinya dan ruangan seperti yang kita lihat sekarang, lantai keramiknya sudah banyak yang pecah. Padahal untuk sewa mejanya saja dikutip Rp 200 ribu per meja kepada pedagang. Jadi pendapatan selama ini kegunaan uangnya kemana, dan untuk apa? jadi mohon kiranya kepada pemerintah kabupaten Kampar, terutama kepada Disperindag agar memperhatikan dan mengawasi UPTD Wilayah IV yang ada di Air Tiris tersebut agar tidak terjadi penyimpangan pendapatan pasar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Astaga Realita Budaya seperti apa yang sedang ditunjukkan Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Pengelolah Pasar di Negeri ini. Sudah malu-maluin ke Propinsi Tetangga. Kenapa tak ada yang bertindak? Nunggu Ba Elo Sanak ????? Nunggu Togang nan bajelo-jelo Kondu na badontiong-dontiong ??? 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *