HUTAN LINDUNG RIMBO TANJUNG DITUMBANG, PEMUKA AKAN LAPORKAN TERDUGA KE POLISI.

Kampar, Riau, (suluomedia.com) – Pemuka Masyarakat dan beberapa warga Desa Pulau sarak Kampar, Minggu (22/01/2017) meninjau hutan Rimbo Tanjung yang diduga telah ditumbang seorang pengusaha berinisial HN. Di lokasi kawasan hutan yang berbatas langsung dengan lahan milik HN, rombongan menemukan bekas tumbangan pohon-pohon besar di duga dilakukan dengan alat beratSuharman, Pjs desa Pulau Sarak, dan Amirzan dt mangkuto, pemuka adat setempat yang ikut dalam rombongan, kepada suluomedia.com mengiyakan bahwa pohon-pohon tumbang tersebut adalah kawasan hutan lindungan adat Rimbo Tanjung.

Menanggapi penemuan ini, Suharman akan mengusulkan musyawarah damai antara pemuka masyarakat dengan terduga HN. “Kami (Pemdes-red) akan memediasi ninikmamak untuk memusyawarahkan jalan damai, apabila tidak didapat kesepakatan damai, tentunya kita bersama akan melaporkan (HN-red) kepada pihak berwajib” ungkap Suharman. “Selama ini ninik mamak bersama pemerintah desa dan anak kemenakan selalu bekerjasama melestarikan hutan ulayat ini, boleh diambil hasilnya (buah-buahan musiman-red), tapi jangan ditebang” Amirzan Dt Mangkuto menimpali.


Suharman dan Amirzan mewakili seluruh pemuka masyarakat, sangat berharap kerjasama pemdes, ninikmamak, pemuka masyarakat lainnya dan dinas kehutanan terkait berperan aktif dalam pemeliharaan hutan lindung di kenegerian Rumbio, khususnya menjaga kelestariannya agar tak diusik lagi oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Mereka minta dinas kehutanan ke depan, dapat menunjuk tim penjaga hutan lindung dari penduduk desa-desa sekitar kawasan yang diberikan honor, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

Suharman menambahkan, hutan lindung di kawasannya tersebut sudah dikenal di tingkat dunia. “Buktinya hutan kita pernah dibantu negara Australia” Pungkasnya.(Naz)

Mohon maaf, karena sebelumnya terjadi kesalahan penulisan nama hutan. Sebelumnya tertulis Hutan Cubodak Mangkaghak. Seharus Hutan Rimbo Tanjung seperti yang sudah diralat. Maaf yang sebesar-besarnya atas kekeliruan ini – Redaksi

Baca selanjutnya Dt.rajo-mangkuto-sayangkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *