KHAIRUL AFDI, S.Pd: “TARGET OCU NATA DE COCO TAHUN INI BUKA 10 TITIK PRODUKSI UNTUK PEKERJAKAN SEKURANGNYA 40 ORANG PENGANGGURAN.”

Kampar Timur (Majalahsuluo.top) – ” Target kami tahun ini membuka 10 titik produksi atau menambah sekitar 40 orang pekerja dari para pengangguran”. Demikian tegas Kairul Afdi, S. Pd, sang perintis usaha “Ocu nata de coco” Sei Tarap kepada majalahsuluo.top (24/04/16), ketika kami sambangi di lokasi produksinya yang terletak di Tanjung Alai desa Sei Tarap kecamatan Kampar Timur Kabupaten Kampar.


Pemuda jebolan Universitas Islam Riau (UIR) jurusan guru olah raga ini menambahkan “Alhamdulillah dari dua bulan lalu bekerja sendiri sekarang ini sudah menampung 4 orang pekerja lainnya, memang saat ini kami baru bisa menggaji karyawan tiga puluh ribu sehari, karena kami masih kekurangan modal untuk pengadaan peralatan dan perlengkapan produksi terutama Nampan” Akunya. “Kalau ketersediaan bahan baku alhamdulillah melimpah“ Jelasnya lagi.

Khairul optimis, secara bertahap akan mampu memberikan pendapatan yang layak bagi pekerjanya yaitu di atas UMK (Upah Minimum Kampar). “ Lebih tinggi dari Gaji PNS insyah Allah bisa kita bikin” ungkap Khairul dengan yakin. Bukan tanpa alasan Khairul begitu yakin. Dengan ditanda tangani MoU kerjasama dengan PT Garuda Food Pekanbaru yang membutuhkan pasokan 50 Ton nata de coco setiap bulan, tentunya masih besar peluang meningkatkan Kwantiti produksi Ocu nata de coco yang saat ini masih berkisar 1 hingga 2 ton per minggunya.

Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan (PSP-3)

Menurut keterangan Kairul Afdi, S.Pd, ia adalah 1 dari 1000 orang peserta program Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan (PSP-3) se-Indonesia Angkatan ke-25 yang dilaksanakan Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) Republik Indonesia setiap dua tahun sekali. Perekrutan Peserta dilakukan melalui pengumuman di website Kemenpora RI. Tentunya melalui seleksi ketat dari jutaan pelamar se Indonesia.

Di Propinsi Riau tahun ini, program PSP-3 hanya dilaksanakan di 2 kabupaten yaitu di kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Kampar. Di kabupaten Kampar sendiri ada 9 orang peserta, mereka tersebar di 5 desa tempatan. Yaitu desa Birandang 2 orang, Desa Penyasawan 2 orang, Kelurahan Air Tiris 2 orang, Kelurahan Bankinang 2 orang dan 1 orang di desa Sei Tarap.

Setiap peserta dibekali pelatihan berwira-usaha secara mandiri dengan menggali potensi di desa tempatannya masing-masing dengan tujuan akhirnya adalah pemberdayaan masyarakat khususnya peningkatan ekonomi dengan membuka lapangan pekerjaan baru. Dalam hal ini Pemerintahan Desa (Pemdes) setempat berkewajiban memfasilitasi dan memediasi rintisan usaha para peserta PSP-3 di masyarakatnya.

Setiap peserta dibekali dengan uang kehidupan selama satu tahun, sayangnya Khairul tidak menyebutkan jumlahnya berapa. Dan uniknya usaha yang mereka kembangkan di perlombakan sekali 6 bulan oleh Kemenpora. 

“Ocu nata de coco” 

Sejak September 2015 lalu, Khairul telah meneliti potensi usaha di desa Sei Taraf yang mungkin dapat dikembangkan. Karna memandang kurangnya potensi di desa tempatannya tersebut, maka diciptakanlah potensi baru yang di adopsi dari luar daerah. “lebih tepatnya tidak ada potensi yang dapat dikembangkan dengan modal terbatas” jelasnya kepada majalasuluo.top. Dari situlah akhirnya muncul Usaha Ocu Nata de coco Sei Tarap.

Selain kendala kurangnya modal, Khairul menyebutkan persoalan kondisi air di sekitar tempat produksinya kurang bagus. Dibutuhkan kerja ekstra dan kebutuhan peralatan air bersih yang memadai. Ketika ditanya tentang perhatian pemerintah Kampar Khususnya, “ Kami sedang menunggu implementasi bantuan, karena kami turut menyukseskan lima pilar pembangunan, semoga saja ada realisasi secepatnya” Tandas Khairul. (Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *