YASIR YATIM KESAL DENGAN PRODUSER PEKANBARU

KAMPAR, Majalahsuluo.top – Ditemui MajalahSuluo di kediamannya  desa Penyasawan,  Yasir Yatim  pencipta sekaligus penyanyi lagu Zaman Saetu ini menyempatkan diri untuk bincang-bincang, walau sebenarnya Ia sedang menjaga salah seorang keluarganya yang sedang sakit pada malam itu (2/6/2015).
Yasir Yatim

Bicara  seputar pahit manisnya hidup sebagai seorang seniman Ocu selama ini, beliau mengungkapkan kekecewaannya  dengan perlakuan produser lagu ocu di Riau. Menurutnya Produser Sumbar lebih peduli dengan para pekerjanya. “ sangat jauh berbeda dengan produser yang disini, maunya untung terus, curang dalam perjanjian. Ketika untung kita tak dibagi, giliran rugi kita ikut menanggung, Soal Bonus pun tidak pernah saya dapat selama ini” Keluhnya.

Karya Lagu Yasir yatim dari tahun 1989 hingga 2002 diproduksi oleh Rumah Produksi asal Sumbar antara lain; Minang Record, Sinar Padang dan Caroline record . “ Alhamdulillah selalu untung, Tapi tidak begitu halnya selama berhubungan dengan produser pekanbaru, selalu rugi” jelasnya.
Yasir yatim berkisah, pada  tahun 2002 ia mendirikan Rumah Produksi yang diberi nama Santana Record. Rencananya Santana Record akan digunakannya untuk memberikan pekerjaan bagi Masyarakat yang punya minat di dunia music. Sayangnya setelah Produksi Perdananya VCD Zaman Saetu rugi karna ulah para pembajak, Akhirnya Yasir yatim hanya melakukan pembuatan master untuk dijual kepada Produser Pekanbaru. Pada saat itu para Produser Sumbar sudah tidak berani Produksi Lagu Ocu berhubung sulit mengontrol vcd peredaran pembajakan di Kampar.
Disamping kecewa dengan perlakuan  produsernya belakangan ini, ia pun mengaku kecewa terhadap pemerintahan Kampar yang kurang meperhatikan seniman lagu ocu seperti dirinya. Salah satu kekecewaannya karena  pihak Pemda Kampar tidak pernah melibatkannya dalam berbagai acara yang dilaksanakan. “Seniman Lagu Ocu ini seakan tidak berjasa, padahal kita yang mengharumkan nama Ocu itu ke luar daerah”. Ungkapnya. “Bahasa Ocu itu adalah Identitas Kampar yang sudah dikenal karena lagunya, tapi malahan kami seakan dicemooh” tambahnya.
Disela keluh kesahnya, Yasir Yatim mengutarakan harapannya kepada Abasri salah seorang pendiri Organisasi Sosial Seniman daerah ocu kampar (ORSOS SENDOK) yang menemani majalahsuluo malam itu. Beliau meminta orsos sendok untuk mengatasi pembajakan karya lagu Ocu juga mengupayakan permodalan untuk produksi.
Diakhir perbincangan sebelum kami berpamitan, beliau sempat berpesan kepada para pekerja Lagu dan music Kampar untuk memperbanyak karya tentang budaya Ocu “Tonjolkan ciri khas berpakaian masyarakat kita yang sebenarnya, buatla lagu-lagu yang berisi nasehat sesuai dengan budaya kita Ocu dan kalau membawakan lagu, tolong syairnya jangan dirubah-rubah sesuka hati”.(Del)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *