ALI OCUMOND : “KALAH DI GAYA, KALAH DI NASIB”

RUMBIO, MajalahSuluo.top –  Nama Ali Ocumond tentunya tidak asing lagi di telinga kita orang Kampar? Seorang pencipta lagu asal Kampar yang berhasil mengharumkan Lagu Kampar hingga dikenal keluar daerah Kampar. Banyak sekali karya Ali Ocumond yang direkam ulang oleh beberapa rumah Produksi dari Sumatera Barat dan Riau Sendiri yang digubah dalam berbagai versi bahasa daerah dan bahasa Indonesia.

Diantara karya beliau yang menjadi ikon orang Ocu Kampar adalah Lagu Roaini yang di populerkan oleh H. Surya Abdullah, Sakubu  boduo dan Takonang, dipopulerkan Yanti Ahmad, serta Bungo Melati yang dibawakan sendiri oleh Ali Ocmond pada tahun 90-an.

Acu Ali, begitulah dia akrab disapa, juga telah menelurkan puluhan lagu berbahasa Indonesia di antaranya ; Goresan Cinta, Menggapai bahagia, Bercanda sepi yang dipopulerkan Oleh Rheina penyanyi slowrock asal Sumbar,Relamu Bunda dibawakan oleh Rika sumalia  dan Penawar rindu yang dinyanyikan Faisal Asahan.

Ditemui MajalahSuluo.com di kediamannya di dusun Kampungtengah desa Rumbio kecamatan Kampar (16/05/2015), ACu Ali berkisah awal karirnya sebagai pencipta lagu dimulai tahun 1991. Kepiawaiannya bermain gitar akustik adalah modal awalnya mencoba menggubah lagu, Disela kesibukannya sebagai karyawan PT KEWOOD Siak Sri Indra Pura saat itu, ia selalu memainkan gitarnya selepas bekerja. Menghibur diri sendiri dan kadang menghibur teman-teman sebedengnya. Di sanalah akhirnya sebuah Lagu pertama beliau berjudul Roaini tercipta. 

Tahun 1996 Acu Ali Pulang Ke rumbio membawa sebuah keinginan untuk menerbitkan lagu ciptaannya. Lalu pria yang bernama asli Muhammad Ali ini menghubungi H. Surya Abdullah yang saat itu sedang naik daun. Gayung bersambut H. Surya Abdullah akhirnya membawakan beberapa Lagu Acu Ali dalam Album beliau berikutnya. Tak lama berselang Ali Ocmond Pun Akhir berkesempatan ikut rekaman di Minang record Bukittinggi itu. Lagu “ Bungo Melati” adalah lagu hit yang dia bawakan saat itu.
Sambutan baik dari Masyarakat Pecinta Kaset Tape waktu itu membuat Acu Ali ingin serius menekuni dunia rekaman ini. Tahun 2002 Acu Ali mulai Fulltime di dunia Produksi VCD Lagu Ocu. ACu Ali mengungkapkan Kekesalannya terhadap mafia pembajakan dari awal Ia mencoba Produksi sendiri tahun 2002 lalu. Album ”Bajonji” yang waktu itu laku keras dipasaran ternyata Ia dan kawan-kawan waktu itu mengalami kerugian besar. Sejak itu Ia hanya melaksanakan pembuatan master Album untuk di jual ke Produser yang akan membeli hak peredaran Kaset dan VCDnya.

Akhirnya Cu Ali mau tidak mau harus meninggalkan manisnya dunia Lagu Ocu pada tahun 2007. Acu Ali harus kembali bekerja serabutan untuk menutupi kebutuhan hidup tiga anaknya.“ Sekarang Sudah Kalah di gaya dan kalah di nasib, Pembajakan dimana-mana, biaya Produksi VCD meningkat sebaliknya Nilai Jual Album semakin turun” Katanya menarik nafas.

Ketika MajalahSuluo.com menanyakan perihal Penertiban Pelanggaran Hak Cipta yang direncanakan Orsos Sendok , Acu Ali mennyebutkan bahwa sebetulnya bisnis lagu Ocu sangat menguntungkan kalaulah Undang-undang itu dapat ditegakkan.“sayangnya, 70% Seniman lagu ocu Kampar khususnya,  awam dan tidak mengerti perkara hukum, mereka berasal dari keluarga kurang mampu dan kurang pendidikan. Itulah yang menjadi hambatan kami selama ini, mudah-mudahan sendok bisa mewadahi persoalan ini” Katanya.

Acu Ali Mengungkapkan harapannya untuk terus berkarya dan ingin membuktikan sebagai orang Ocu khususnya Pekerja seni Kampar seperti dirinya dapat berbuat hingga ke Tingkat Nasional dan Internasional. “Kalau saja tidak ada Pembajakan kami pencipta lagu ocu tentunya sudah kaya dan tidak akan bingung ngurus perut melulu“ Tandasnya dengan tersenyum.(Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *