EDARAN BIDANG MEDIA DAN INFORMASI ORSOS SENDOK

ORSOS SENDOK,Majalahsuluo.top – Dalam kurun tiga puluh tahun ini perkembangan seni musik daerah Kampar berkembang pesat, baik di dunia rekaman ataupun dunia Panggung Daerah Kampar. Akhir-akhir ini juga mulai muncul kreatifitas para pekerja seni music ocu Kampar untuk mengangkat seni tradisi asli seperti music calempong yang dimodernisasi atau dikolaborasikan secara modern. Ternyata mendapat sambutan baik oleh Masyarakat Secara Luas terutama pecinta album lagu VCD dan penyelenggaraan pesta/acara perhelatan Kampar. Hampir setiap hari Pegelaran Musik dilaksanakan di berbagai acara.

Nurmansyah,SE alias Salman Syah: Plt Kabid Media dan Informasi Orsos Sendok

Namun dengan bergantinya zaman dan teknologi, Masyarakat ekonomi kreatif yang menggantungkan asap dapur di bidang seni music daerah ocu tidak mendapat apresiasi yang baik dari segi perekonomian. Ini merupakan salah satu akibat dari Persaingan tidak sehat dan tak pernahnya terjalin persatuan yang benar-benar menyadari arti pepatah “Bersatu Teguh Bercerai Runtuh”. Ditengah Glamournya dunia musik ternyata Pekerja seni music ocu kampar berpendapatan di bawah upah Minimum, yang akhirnya menghilangkan Profesionalitas dalam Bekerja selanjutnya menurunkan Kwalitas Karya/produk jasa mereka.

Data di lapangan sangat mengejutkan. Ribuan Pekerja seni Bidang ini di antaranya; Pencipta Lagu, Penyanyi, Pemusik serta Kru Panggung dan Rekaman Lagu/Film Kampar rata-rata adalah dari keluarga miskin dan kurang pendidikan. Banyak diantaranya tidak punya rumah, ada yang mengontrak dan ada yang menumpang tinggal di rumah orang tua. Jadilah Mereka-mereka ini Pengangguran Miskin Populer yang tidak berpendapatan seglamour pekerjaan yang digelutinya.
Di bidang rekaman atau produksi VCD lagu dan Film daerah Kampar, selama puluhan tahun ini masih dikuasai pengusaha luar daerah. Beberapa kali para seniman music penggerak bidang ini berusaha melakukan produksi dengan produser dan label produk dari daerah  Kampar sendiri, hampir seluruh produksinya mengalami kerugian total. Selidik punya selidik penyebabnya adalah karena pasaran dikuasai oleh Produser Luar daerah yang Nota Bene adalah Pelaku Pemasaran produk hasil plagiat(Pembajakan). Ironisnya, Kasus Pelanggaran Hukum bidang ini tidak dapat ditindak lanjuti oleh Pekerja seni Musik Kampar walaupun sangat jelas undang-undang dan agama melarang segala bentuk plagiat ini. 
Selama ini tidak ada tindakan nyata dari organisasi maupun instansi yang melakukan perlindungan hak para pekerja ekonomi kreatif bidang ini. Banyak dari Para pekerja seni ini mandul dan hilang dari dunianya sendiri. Sebagian Mencoba merubah peruntungan dengan bekerja di bidang lain walaupun bukan di bidang keahlian mereka, Alhasil Arang habis besi binasa, seniman VCD dan Kaset Kampar Menemui jalan Buntu.
Belum tuntas persoalan Pembajakan di Media Kaset dan VCD, Seniman Kampar harus rela kelaparan karena tidak mengerti dan menguasai Teknologi Baru. Tiga tahun belakangan ini media Teknologi dan Informasi menjadi hukuman mati bagi Para seniman daerah Kampar, seiring makin bebasnya peredaran Karya/produk mereka secara Ilegal oleh Manusia yang tidak bertanggung jawab di berbagai perangkat canggi dan internet.
Sangat mudah menemukan Pelanggaran Hak Cipta di mana-mana Seakan tidak ada Hukum di negeri ini, Hak Pekerja bidang ini telah ditelanjangi buruknya lagi para criminal ini seakan direstui. Padahal Bagaimanapun Perkembangan Zaman, Undang-Undang Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) sudah dibuat untuk melindungi Hak-hak Mereka. Sayang Sepertinya Masyarakat Seni Kampar ibarat anak terbuang, terabaikan tanpa ada perlindungan. Sangat mungkin  dikarenakan oleh tingkat SDM yang kurang atau Karena Penegakkan hukum memang hanya tajam ke bawah dan tumpul karena Uang.
Saatnya Kita peduli kepada masyarakat seni lagu dan Film daerah Kampar yang harusnya sudah berpendapatan dan berkehidupan Layak seperti pekerja bidang lain. Miliaran Rupiah Beredar tiap tahunnya tapi hanya memberikan keuntungan bagi Para Pelanggar Hukum di Negara ini.
Jelas sudah Penegakkan Hukum adalah Faktor kunci yang akan menyelamatkan Mereka sebagai warga Negara yang dijamin atas penghidupan dan pekerjaan yang layak seperti diamanat dalam undang-undang dasar Negara kita. Pemerintah sebagai pelaksana Negara seyogyanya ikut bertanggung jawab atas persoalan ini. 
Sebagai Wadah yang mengatas namakan Masyarakat ekonomi kreatif,  hal signifikan ini menjadi PR utama bagi ORSOS SENDOK. Tidak saja Pekerja seni sebagai Motor utama Masyarakat Bidang ekonomi kreatif yang harus dibina menuju persaingan gelombang ekonomi besar yang akan terus berkembang secara global, mereka adalah juga pelaku, pelestari dan pengembang kebudayaan yang kita sadari atau tidak, ditangan mereka  terlahir dan terjaganya Identitas Masyarakat kita Ocu Kampar sebagai ragam melayu Riau dan bagian dari Kebudayaan Indonesia.
Dengan mengabaikan Pekerja Seni daerah ini,  kita akan kehilangan Identitas sebagai Daerah berbudaya. Tinggal soal waktu orang lain akan Mengklaim dan Mengakui Kekayaan Budaya Kita sebagai Milik mereka.
Kekayaan Budaya Lokal Ocu Kampar merupakan Potensi pencipta daya saing yang tidak dimiliki daerah Lain. Kalau dicermati dengan adanya peninggalan sejarah dunia di Kabupaten Kampar, sangat dimungkinkan dengan perhatian dan pengelolaan yang baik Ocu Kampar dapat menjadi daerah Kunjungan Wisata Lokal dan Mancanegara. Semoga!(01/05/2015)
( Oleh Nurmansyah,SE, Plt. Kabid Media dan Informasi Orsos Sendok kabupaten Kampar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *